Makalah TIK
MENGOLAH DOKUMEN PENGOLAH ANGKA UNTUK MENGHASILKAN INFORMASI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Dosen Pengampu:
Andi Ainunnajib Fikri, S.T., M.Pd.I.
Oleh:
Anto Warlan Sudrianto
Muhammad Furqon
PAI 3-B
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
IAID DARUSSALAM CIAMIS
TAHUN AKADEMIK
2023/2024
DAFTAR ISI
A. Menggunakan
Tabel, Grafik dan Gambar Dalam Microsoft Excel
B. Menggunakan
Fungsi Logika dan Fungsi Statistik
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
belakang
Dengan semakin
berkembangnya teknologi informasi saat ini, dimana segala kegiatan dalam
kehidupan sehari – hari akan berbasis komputer. Maka dalam suatu instansi
komputer merupakan bahan kebutuhan dalam menciptakan dan memperoleh serta
memproses suatu sistem informasi yang setiap saat selalu berkembang.
Microsoft excel
adalah program aplikasi yang banyak digunakan untuk membantu menghitung,
memproyeksikan, menganalisa, dan mempresentasikan data. Program ini sering
digunakan oleh para akutan untuk menuliskan atau mencatat pengeluaran dan
pemasukan didalam perusahaan atau lembaga. Microsoft excel juga sangat berguna
untuk masalah keuangan bahkan utang piutang pun bisa dicatat dalam program ini.
Disini kita
akan banyak bersinggungan dengan metode-metode pembuatan tabel dan grafik yang
sangat dibutuhkan sekali dalam penyusunan data-data sekolah, hasil-hasil
penelitian, maupun dalam pembuatan makalah pribadi. Dengan cara menggunakan
bantuan tombol Toolbar Chart Wizard kita dapat memilih grafik yang kita mau.
Berdasarkan
uraian di atas, penulis merasa perlu dan tertarik untuk mengkaji dalam sebuah
makalah yang berjudul “Mengolah Dokumen Pengolah Angka Untuk Menghasilkan
Informasi”.
B. Rumuan masalah
1.
Bagaimana
menggunakan tabel,grafik dan gambar dalam microsoft excel ?
2.
Bagaimana
menggunakan fungsi logika dan fungsi statistik ?
C.
Tujuan
1.
Mengetahui cara
menggunakan tabel, grafik dan gambar pada microsoft excel.
2. Mengetahui cara menggunakan fungsi logika dan fungsi statistik.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Menggunakan
Tabel, Grafik dan Gambar Dalam Microsoft Excel
Microsoft Excel memiliki banyak kegunaan. Salah satunya yaitu
membuat grafik. Sederhananya grafik adalah bentuk gambar berupa kerangka yang
yang dapat membantumu dalam memvisualisasikan data-data. Tetapi tak jarang
beberapa orang masih kebingungan ketika diminta untuk melakukan hal tersebut.
Sebenarnya, cara buat grafik di Excel gampang lho. Kamu tinggal mengikuti
langkah-langkah berikut, agar membantumu menyelesaikan pekerjaan dengan
mudah.
Setiap grafik atau diagram memiliki jenis yang bergantung pada bentuk
data yang dimasukkan. Oleh karena itu, berikut adalah jenis-jenis grafik yang
tersedia di MS Excel, mulai dari Excel 2007, 2010, 2013, hingga 2019.
Column, adalah grafik yang berbentuk diagram batang yang mengarah ke atas.
Adapun pembagian dari bentuknya yaitu dengan kategori di sepanjang sumbu
horizontal dan nilai(value) di sepanjang sumbu vertikal.
Bar chart adalah grafik dengan bentuk diagram batang
yang mengarah ke samping dan digunakan untuk mengilustrasikan perbandingan di
antara item-item individual. Dalam grafik bar, kategori diatur
di sepanjang sumbu vertikal dan nilai(value) diatur di sepanjang sumbu
horizontal.
Pie chart adalah grafik yang berbentuk diagram lingkaran (kue) dan
menunjukkan nilai data dalam bentuk bagian(persentase).
Line atau grafik garis adalah grafik dengan bentuk garis dan menampilkan data
secara berkelanjutan dari waktu ke waktu pada sumbu yang diskalakan secara
merata. Grafik ini biasanya digunakan untuk menunjukkan tren data seperti
bulan, kuartal, atau tahun.
Area, adalah grafik yang digunakan untuk menganalisa alur perubahan data
dari waktu ke waktu. Sedangkan bagan area pada grafik ini berfungsi menunjukkan
hubungan bagian-bagian secara keseluruhan.
Surface, merupakan grafik dengan bentuk 3D dan permukaanya berguna saat kamu
ingin menemukan kombinasi optimal antara dua kumpulan data. Seperti pada peta
topografi, warna dan pola menunjukkan area yang berada dalam kisaran nilai yang
sama.
a.
Membuat grafik di Excel
1. Pilih data
Adapun langkah pertama adalah memilih data yang ingin dijadikan bentuk grafik. Biasanya kamu dapat memilih bagian dari tabel yang ingin dijadikan grafik. Misalnya pada contoh gambar di bawah, terdapat data pemasukan selamat setengah tahun pertama. Jika kamu ingin memasukkan seluruh data kamu tinggal memblok semuanya. Namun, jika kamu hanya ingin data tertentu kamu bisa memilih tabel dan kolom yang diinginkan.
2. Pilih Insert pada menu bar
Setelah memilih data yang diinginkan, pilihlah insert yang ada di menu bar pada bagian kiri atas.
Nantinya kamu akan melihat ikon dari beberapa jenis grafik. Jika kamu ingin
melihat jenis grafik secara jelas, kamu dapat memilih Recommended Charts.
3. Pilih jenis grafik yang
diinginkan
Jika kamu memilih Recommended Charts nantinya
akan muncul halaman pop-up dengan
berbagai pilihan grafik. Untuk melihat pilihan grafik secara lengkap kamu dapat
memilih All Charts. Selanjutnya akan
muncul semua jenis grafik yang ada di Ms Excel yang bisa kamu pilih.
Selain itu, kamu juga bisa memilih berbagai macam bentuk atau style dari masing-masing jenis grafik. Bisa kamu
lihat pada contoh gambar di atas, terdapat berbagai style dari jenis column.
4. Atur posisi grafik ke dalam
worksheet
Setelah kamu memilih grafik yang cocok, nantinya grafik akan muncul
secara otomatis pada worksheet. Namun,
agar tabel datamu tidak terganggu, kamu perlu mengatur posisi dan juga
ukurannya. Adapun langkah yang perlu kamu lakukan adalah mengarahkan kursor ke
bagian grafik, kemudian klik dan geser. Sedangkan untuk mengubah ukuran grafik
kamu bisa mengarahkan kursor pada bagian sudut grafik dan menariknya.
5. Ubah judul grafik
Selanjutnya kamu juga bisa mengubah nama atau judul dari grafik dengan mengklik bagian tulisan yang ada di bagian atas grafik.
a. Mengubah bentuk dan value pada grafik
Selain memasukkan grafik ke dalam worksheet, terkadang
bagi beberapa orang merasa ada bagian yang kurang pada grafik yang telah dibuat
sebelumnya. Oleh karena itu, bagi kamu yang ingin mengubah, menambah, atau
mengurangi bagian-bagian yang ada pada grafik, berikut beberapa caranya.
1. Menambah elemen pada grafik
Elemen merupakan bagian-bagian yang dapat membuat grafik kamu menjadi
lebih detail seperti, garis bantu, angka pada setiap bar, dan lainnya. Untuk
menambah atau mengurangi elemen ini, kamu cukup mengklik grafik dan secara
otomatis akan muncul icon (+) di bagian
samping kanan. Nantinya kamu tinggal menceklis elemen yang ingin dimasukkan
atau dihilangkan.
2. Mengubah style dan warna grafik
Adapun cara untuk mengubah bentuk tampilan grafik tidak jauh berbeda dengan menambah elemen. Kamu tinggal mengklik ikon kuas pada bagian samping grafik. Nantinya akan muncul berbagai bentuk grafik pada pilihan style dan pilihan tema warna pada pilihan color.
3. Mengedit value grafik
Selain Mengubah tema, kamu juga bisa mengedit value atau nilai-nilai yang ada pada grafik.
Dengan mengklik ikon filter yang ada
di samping grafik, kamu bisa untuk menambah atau menghilangkan value. Contohnya kamu dapat melihat gambar di
bawah. Pada grafik, kamu bisa melihat beberapa value seperti series yang merupakan nama bulan dan categories untuk value pemasukan
per minggu. Misalnya dengan menghilangkan ceklis pada ‘Pemasukan Minggu 3’,
maka bar dan value ‘Minggu 3’ akan hilang
pada grafik.
B. Menggunakan Fungsi Logika dan Fungsi Statistik
Microsoft Excel mempunyai rumus yang beragam dengan fungsi yang
berbeda. Sebagai seorang Data Analyst, disarankan untuk mengetahui apa saja
fungsi-fungsi Excel yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan praktis. Jika
kamu terbiasa menggunakan Excel untuk mengolah data saat bekerja, maka pasti
kamu familiar dengan rumus IF excel atau fungsi IF, bukan? Rumus ini adalah fungsi yang tersedia di Excel
untuk membuat sebuah kategori yang sifatnya logical. Rumus IF di Excel
merupakan salah satu fungsi yang paling sederhana dan banyak digunakan terutama
untuk mengevaluasi dan menganalisis data dalam kondisi tertentu.
Pekerjaan-pekerjaan atau sheet yang membutuhkan uji logika selalu menggunakan
rumus IF Excel ini.
Rumus IF pada
Excel, hampir sama konsepnya dengan Matematika, yaitu tentang logika. Dengan
contoh premi "Jika keadaannya A, maka saya akan melakukan B". Pada
dasarnya rumus IF Excel juga bisa digunakan dengan mengkombinasikannya bersama
fungsi logika lainnya yang ada di Excel. Misalnya menggabungkan rumus IF dengan
fungsi logika seperti AND, OR, dan lain-lain. Pada artikel kali ini, kita akan
membahas jenis-jenis rumus IF Excel tersebut beserta penjelasan dari
masing-masing jenis ini. Penjelasan dibuat sesederhana mungkin agar kamu lebih
mudah memahami dan mengaplikasikannya di Excel. Yuk, langsung saja kita simak
pembahasan dibawah ini!
1.
Penggunaan Rumus IF Excel dan Fungsi AND
Tidak seperti
fungsi IF yang dapat digunakan untuk mengisolasi kondisi tertentu, fungsi AND
dapat menguji pluralitas kondisi yang ditentukan pengguna. Berbeda dengan fungsi
OR, fungsi AND akan menampilkan data tersebut sebagai BENAR atau TRUE jika
kondisi data telah sesuai, dan SALAH atau FALSE jika salah satu kondisi data
tidak sesuai. Dalam perumusannya, fungsi AND dan OR digunakan untuk membuat
sebuah kondisi yang logikanya lebih dari satu.
Syntax:
=IF(AND(Sesuatu
adalah True, Sesuatu yang lain adalah True), Nilai jika True, Nilai jika False)
Berikut adalah contoh penggunaan rumus IF dengan fungsi AND
Untuk contoh penggunaan AND dalam
rumus logika IF harus menentukan dulu dua cell yang menjadi kondisi untuk
logika yang akan dibuat. Seperti pada contoh diatas, kondisi pertama diwakili
oleh kolom A dan kondisi kedua diwakili oleh kolom B. Kolom A dan kolom B harus
memiliki kondisi angkanya yang lebih dari 75 karena jika ada salah satunya yang
mempunyai kondisi nilai kurang dari 75 maka akan dikategorikan FALSE atau
SALAH. Sederhananya, penggunaan AND harus dua-duanya bernilai TRUE atau BENAR
sesuai logikanya yaitu lebih dari 75.
2. Penggunaan
Rumus IF dan Fungsi OR
Fungsi OR digunakan untuk menguji kondisi yang
ditentukan pengguna dan mengembalikan data bernilai BENAR. Jika ada kondisi
lain yang telah ditetapkan pengguna maka tidak dapat terpenuhi dan menghasilkan
nilai SALAH jika tidak ada satupun kondisi yang diterapkan. Fungsi OR sifatnya
tidak begitu mutlak jika dibandingkan dengan fungsi AND.
Dalam perumusannya AND dan OR digunakan untuk
membuat sebuah kondisi yang logikanya lebih dari satu. Sederhananya, fungsi OR
akan menghasilkan nilai TRUE atau BENAR jika satu atau semua kondisi terpenuhi,
dan menghasilkan nilai FALSE atau SALAH hanya jika tidak ada kondisi yang
terpenuhi.
Syntax:
=IF(OR(Sesuatu adalah True, Sesuatu yang lain
adalah True), Nilai jika True, Nilai jika False)
Berikut adalah contoh penggunaan rumus IF
dengan fungsi OR
Untuk penggunaan OR tidak jauh berbeda seperti
AND, yang membedakan hanya kondisinya saja, bisa dilihat pada gambar di atas
kedua kolom tidak harus dua-duanya yang bernilai lebih dari 75, cukup salah
satunya saja yang bernilai lebih dari 75 maka akan dikategorikan TRUE atau
BENAR. Intinya penggunaan OR tidak harus dua-duanya bernilai TRUE atau BENAR,
cukup diwakilkan oleh salah satu nilainya saja. Jika kedua kolom tidak sesuai
kondisi atau kurang dari 75, barulah nilai akan dikategorikan FALSE atau SALAH.
3. Penggunaan Rumus IF dan Fungsi NOT
Berbeda dengan fungsi AND dan OR, fungsi NOT
hanya berlaku untuk satu kondisi saja dengan hasil nilainya menunjukkan
kebalikannya. Misalnya, jika logikanya BENAR atau TRUE maka hasilnya salah atau
FALSE, jika logikanya SALAH maka hasilnya BENAR. Fungsi NOT mengembalikan nilai yang bersifat
berlawanan, dari nilai atau ekspresi logika yang telah ditetapkan pengguna.
Syntax:
=IF(NOT(Sesuatu adalah True), Nilai jika True,
Nilai jika False)
Untuk lebih jelasnya, berikut adalah contoh
penggunaan rumus IF dengan fungsi NOT
Untuk penggunaan NOT, secara penulisan rumus
dengan fungsi AND dan OR tidak jauh berbeda. Perbedaannya hanya dari kondisi
yang diambilnya hanya satu dan fungsi NOT ini akan memberikan hasil yang
terbalik dari logika. seperti gambar diatas logikanya adalah lebih dari 75,
karena menggunakan NOT maka yang nilainya lebih dari 75 akan diberikan hasil
FALSE atau SALAH sedangkan yang nilainya kurang dari 75 akan diberikan hasil TRUE
atau BENAR. Pada contoh gambar diatas angka 40 karena menggunakan NOT maka
hasilnya menjadi LULUS sedangkan angka 90 karena menggunakan NOT maka hasilnya
menjadi GAGAL.
BAB III
PENUTUP
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pengolah angka
merupakan perangkat lunak untuk mengolah data secara otomatis membantu
menghitung, memproyeksikan, menganalisa, dan mempresentasikan data, perhitungan
dasar, penggunaan fungsi, pembuatan grafik dam managemen data dalm bentuk
angka. Perangkat lunak ini sangat membantu untuk menyelesaikan permasalahan
administrasi mulai yang paling sederhana sampai yang lebih
kompleks. Disini kita akan banyak bersinggungan dengan metode-metode
pembuatan tabel dan grafik yang sangat dibutuhkan sekali dalam penyusunan
data-data sekolah, hasil-hasil penelitian, maupun dalam pembuatan makalah
pribadi.
DAFTAR PUSTAKA
https://dqlab.id/contoh-penggunaan-rumus-if-beserta-fungsi-and-or-dan-not-di-excel
(diakses 01/12/2003).
https://blog.skillacademy.com/cara-membuat-grafik-di-excel
(diakses 01/12/2003).









Komentar
Posting Komentar